cara bikin surat izin sekolah
Cara Bikin Surat Izin Sekolah: Panduan Lengkap dan Praktis
Membuat surat izin sekolah adalah keterampilan penting yang perlu dikuasai oleh orang tua, wali murid, atau bahkan siswa itu sendiri, terutama jika sudah cukup umur. Surat izin yang baik dan benar akan membantu memvalidasi ketidakhadiran siswa di sekolah dan memastikan bahwa alasan ketidakhadiran tersebut dapat diterima oleh pihak sekolah. Artikel ini akan membahas secara mendalam cara membuat surat izin sekolah yang efektif dan profesional, dengan fokus pada struktur, bahasa, dan informasi yang perlu disertakan.
1. Memahami Pentingnya Surat Izin Sekolah
Sebelum membahas cara membuatnya, penting untuk memahami mengapa surat izin sekolah itu penting. Surat izin berfungsi sebagai:
- Dokumentasi Resmi: Bukti tertulis bahwa siswa tidak dapat hadir ke sekolah karena alasan tertentu.
- Komunikasi Efektif: Menyampaikan informasi ketidakhadiran kepada pihak sekolah secara jelas dan terstruktur.
- Pertanggungjawaban: Menunjukkan bahwa orang tua/wali bertanggung jawab atas ketidakhadiran anak mereka.
- Menghindari Sanksi: Mencegah siswa mendapatkan sanksi atau hukuman akibat ketidakhadiran tanpa pemberitahuan.
- Memudahkan Administrasi: Membantu pihak sekolah dalam mencatat dan mengelola data kehadiran siswa.
2. Struktur Surat Izin Sekolah yang Ideal
Surat izin sekolah memiliki struktur standar yang perlu diikuti agar terlihat profesional dan mudah dipahami. Struktur ini meliputi:
- Kop Surat (Opsional): Jika surat dibuat oleh instansi atau organisasi tertentu (misalnya, dokter), kop surat perlu dicantumkan. Untuk surat pribadi, bagian ini bisa dihilangkan.
- Tempat dan Tanggal Pembuatan Surat: Informasi ini penting untuk menunjukkan kapan surat tersebut dibuat. Letakkan di pojok kanan atas.
- Perihal/Subjek Surat: Tuliskan “Izin Tidak Masuk Sekolah” atau “Permohonan Izin Tidak Masuk Sekolah” agar penerima surat langsung mengetahui maksud surat tersebut.
- Yth. (Yang Terhormat): Ditujukan kepada kepala sekolah, wali kelas, atau guru yang bersangkutan. Pastikan nama dan jabatannya benar.
- Salam Pembukaan: Gunakan salam pembuka yang sopan seperti “Dengan hormat,”.
- Isi surat: Bagian terpenting yang menjelaskan alasan ketidakhadiran siswa.
- Salam Penutup: Gunakan salam penutup yang sopan seperti “Hormat saya,” atau “Wassalamualaikum Wr. Wb.” (jika relevan).
- Tanda tangan dan Nama Lengkap: Tanda tangan orang tua/wali murid atau siswa (jika sudah cukup umur), diikuti dengan nama lengkap.
- Informasi Tambahan (Opsional): Nomor telepon yang bisa dihubungi atau lampiran (misalnya, surat keterangan dokter).
3. Bahasa yang Baik dan Benar dalam Izin
Bahasa yang digunakan dalam surat izin harus formal, sopan, dan jelas. Hindari penggunaan bahasa informal atau slang. Perhatikan hal-hal berikut:
- Gunakan Bahasa Indonesia yang Baku: Ikuti kaidah tata bahasa yang benar.
- Kalimat Efektif: Gunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas. Hindari kalimat yang berbelit-belit.
- Sopan dan Santun: Gunakan kata-kata yang sopan dan hormati sekolah.
- Jelas dan Lugas: Sampaikan alasan ketidakhadiran dengan jelas dan lugas.
- Hindari Singkatan yang Tidak Lazim: Gunakan singkatan yang umum dan dimengerti oleh semua orang (misalnya, Yth. untuk Yang Terhormat).
4. Informasi Penting yang Harus Dicantumkan dalam Isi Surat
Isi surat izin harus memuat informasi penting berikut:
- Identitas Siswa: Nama lengkap siswa, kelas, dan nomor induk siswa (NIS) atau nomor induk siswa nasional (NISN).
- Alasan Ketidakhadiran: Jelaskan secara rinci alasan mengapa siswa tidak dapat hadir ke sekolah. Alasan harus jujur dan dapat diterima oleh pihak sekolah. Contoh alasan: sakit, keperluan keluarga, mengikuti kegiatan di luar sekolah, dll.
- Durasi Ketidakhadiran: Sebutkan tanggal dan lama siswa tidak dapat hadir ke sekolah. Misalnya, “Tidak dapat hadir pada tanggal 15-17 Maret 2024” atau “Tidak dapat hadir selama 3 hari”.
- Pernyataan Pertanggungjawaban: Orang tua/wali murid menyatakan bertanggung jawab atas ketidakhadiran siswa dan akan memastikan siswa mengejar ketertinggalan pelajaran.
- Informasi Kontak: Nomor telepon yang bisa dihubungi jika pihak sekolah perlu mengonfirmasi informasi.
5. Contoh Alasan Ketidakhadiran yang Umum
Berikut adalah beberapa contoh alasan ketidakhadiran yang umum dan cara menyampaikannya dalam surat izin:
- Sakit: “Dengan ini memberitahukan bahwa anak saya, [Nama Siswa]kelas [Kelas]tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tanggal [Tanggal] dikarenakan sakit. Terlampir surat keterangan dokter sebagai bukti.”
- Keperluan keluarga: “Dengan ini memberitahukan bahwa anak saya, [Nama Siswa]kelas [Kelas]tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tanggal [Tanggal] dikarenakan ada keperluan keluarga yang mendesak.” (Jelaskan secara singkat keperluan keluarga tersebut jika memungkinkan, misalnya, “menghadiri acara pernikahan keluarga”).
- Acara Keagamaan: “Dengan ini memberitahukan bahwa anak saya, [Nama Siswa]kelas [Kelas]tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tanggal [Tanggal] dikarenakan mengikuti acara keagamaan [Sebutkan nama acara keagamaan].”
- Kegiatan di Luar Sekolah: “Dengan ini memberitahukan bahwa anak saya, [Nama Siswa]kelas [Kelas]tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tanggal [Tanggal] dikarenakan mengikuti kegiatan [Sebutkan nama kegiatan] yang diselenggarakan oleh [Sebutkan penyelenggara].”
6. Contoh Surat Izin Sekolah
Berikut adalah contoh surat izin sekolah yang bisa dijadikan referensi:
[Tempat, Tanggal Pembuatan Surat]
Perihal: Izin Tidak Masuk Sekolah
Yth. Bapak/Ibu [Nama Guru/Wali Kelas],
Wali Kelas [Kelas],
[Nama Sekolah]
Dengan hormat,
Dengan surat ini, saya memberitahukan bahwa anak saya,
Nomor: [Nama Siswa]
Kelas: [Kelas]
NIS/NISN: [NIS/NISN]
tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tanggal [Tanggal] dikarenakan [Alasan Ketidakhadiran].
Demikian surat izin ini saya sampaikan. Atas perhatian dan pengertian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
salam saya,
[Tanda Tangan]
[Nama Lengkap Orang Tua/Wali Murid]
No Telp: [Nomor Telepon]
7. Tips Tambahan dalam Membuat Surat Izin Sekolah
- Buat Surat Secepatnya: Usahakan untuk membuat surat izin segera setelah mengetahui bahwa siswa tidak dapat hadir ke sekolah.
- Ketik Surat (Jika Memungkinkan): Surat yang diketik akan terlihat lebih rapi dan profesional. Jika tidak memungkinkan, tulis tangan dengan rapi dan jelas.
- Periksa Kembali Surat: Sebelum mengirimkan surat, periksa kembali untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik atau informasi yang kurang.
- Simpan salinan surat itu: Simpan salinan surat tersebut sebagai bukti jika diperlukan di kemudian hari.
- Kirimkan Surat Tepat Waktu: Kirimkan surat izin kepada pihak sekolah secepatnya, bisa melalui wali kelas, tata usaha, atau langsung kepada guru yang bersangkutan.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat membuat surat izin sekolah yang efektif dan profesional, sehingga memastikan ketidakhadiran siswa dapat diterima oleh pihak sekolah dan menghindari masalah administrasi. Ingatlah untuk selalu menggunakan bahasa yang sopan dan jelas, serta memberikan informasi yang lengkap dan akurat.

