sekolahsurabaya.com

Loading

cerita alkitab untuk anak sekolah minggu

cerita alkitab untuk anak sekolah minggu

Kisah Penciptaan: Awal Segalanya (Kejadian 1-2)

Kisah penciptaan adalah landasan iman Kristen, sebuah narasi yang menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya. Untuk anak sekolah minggu, penting untuk menyampaikan kisah ini dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti, menekankan kebesaran dan kasih Tuhan.

Pada awalnya, bumi belum terbentuk dan kosong; kegelapan menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas air. Kemudian, Tuhan berfirman, “Jadilah terang!” dan terang pun jadi. Tuhan melihat bahwa terang itu baik, lalu Ia memisahkan terang dari gelap. Terang itu disebut-Nya siang, dan gelap itu disebut-Nya malam. Itulah hari pertama.

Pada hari kedua, Tuhan berfirman, “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Tuhan menciptakan cakrawala dan memisahkan air yang ada di bawah cakrawala dari air yang ada di atasnya. Cakrawala itu disebut-Nya langit.

Pada hari ketiga, Allah berfirman, “Hendaklah semua air di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga daratan yang kering dapat terlihat.” Jadilah itu. Dia menyebut daratan yang kering sebagai daratan, dan perairan yang Dia namakan lautan. Tuhan melihat bahwa semuanya baik-baik saja. Kemudian, Tuhan berfirman, “Biarlah bumi menumbuhkan tunas-tunas muda, tanaman-tanaman yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah-buahan yang berbiji, di bumi.” Jadilah itu.

Pada hari keempat, Tuhan berfirman, “Jadilah benda-benda penerang di cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Benda-benda penerang itu akan menjadi tanda-tanda yang menunjukkan musim, hari, dan tahun, dan menjadi benda-benda penerang di cakrawala untuk menerangi bumi.” Maka Tuhan menciptakan dua benda penerang besar: matahari untuk menguasai siang dan bulan untuk menguasai malam, serta bintang-bintang.

Pada hari kelima, Tuhan berfirman, “Biarlah makhluk hidup berkelap-kelip di air, dan biarkan burung terbang melintasi bumi melintasi langit.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak di dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Tuhan melihat bahwa semuanya baik-baik saja. Kemudian Allah memberkati mereka, firman-Nya, “Beranak cuculah dan bertambah banyak serta penuhi air laut, dan biarlah burung-burung berkembang biak di bumi.”

Pada hari keenam, Allah berfirman, “Hendaklah bumi melahirkan segala jenis makhluk hidup, lembu dan binatang ternak serta segala jenis binatang liar.” Jadilah itu. Allah menciptakan segala jenis binatang liar, segala jenis ternak, dan segala jenis binatang melata yang ada di muka bumi. Tuhan melihat bahwa semuanya baik-baik saja. Kemudian, Allah berfirman, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka dapat berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, atas ternak, dan atas seluruh bumi, dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Jadi Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut gambar Tuhan Dia menciptakannya; laki-laki dan perempuan Dia menciptakan mereka. Allah memberkahi mereka, lalu berfirman kepada mereka: “Beranak cuculah dan berkembang biak; penuhi bumi dan taklukkanlah, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang melata di bumi.”

Akhirnya, Tuhan melihat segala sesuatu yang Dia ciptakan, dan itu sangat bagus. Itu adalah hari keenam.

Pada hari ketujuh, setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya, Tuhan beristirahat. Tuhan memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia beristirahat dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya.

Nuh dan Bahtera: Janji Keselamatan (Kejadian 6-9)

Kisah Nuh dan bahtera mengajarkan tentang keadilan Tuhan terhadap kejahatan dan kasih-Nya bagi orang-orang yang taat. Ceritakan kisah ini dengan menekankan pentingnya mendengarkan dan menaati Tuhan.

Pada zaman Nuh, bumi dipenuhi dengan kejahatan dan kekerasan. Tuhan sangat sedih melihat betapa jahatnya manusia. Tapi, ada orang yang saleh di mata Tuhan yaitu Nuh. Nuh adalah orang yang saleh dan tidak bercacat di antara orang-orang sezamannya; Nuh tinggal bersama Tuhan.

Allah berfirman kepada Nuh, “Aku putuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, karena bumi ini penuh dengan kekerasan karena mereka, maka Aku akan membinasakan mereka bersama-sama dengan bumi. Buatlah bagimu sendiri sebuah bahtera dari kayu gopher; buatlah ruangan-ruangan di dalam bahtera itu dan tutupi semuanya itu dengan papan-papan di luar dan di dalam. Beginilah cara kamu membuat bahtera itu: panjangnya tiga ratus hasta, lebarnya lima puluh hasta, dan tingginya tiga puluh hasta. Buatlah atap untuk bahtera itu dan buatlah atap di antara keduanya satu hasta dan dinding-dinding tabut itu. Buatlah pintu-pintu pada sisi tabut itu, dan buatlah tabut itu di bagian bawah, tengah, dan atas.”

Allah pun memerintahkan Nuh untuk membawa ke dalam bahtera sepasang binatang masing-masing jenis, jantan dan betina, serta makanan bagi mereka dan keluarganya. Nuh melakukan semua yang diperintahkan Tuhan kepadanya.

Lalu datanglah banjir besar yang menutupi seluruh bumi. Semua makhluk hidup di bumi mati, kecuali mereka yang berada dalam bahtera bersama Nuh. Banjir tersebut berlangsung selama 40 hari 40 malam.

Setelah air bah surut, bahtera itu terdampar di pegunungan Ararat. Nuh membuka jendela dan melepaskan burung gagak dan burung merpati untuk melihat apakah air sudah surut dari muka bumi. Akhirnya, burung merpati kembali membawa sehelai daun zaitun yang segar, yang menandakan bahwa air sudah surut.

Allah berfirman kepada Nuh, “Keluarlah dari bahtera, kamu dan isterimu, anak-anakmu, dan isteri dari anak-anakmu. Segala binatang yang ada bersamamu, segala makhluk hidup, burung, hewan ternak dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah mereka keluar bersamamu, supaya mereka semua hidup di bumi dan bertambah banyak serta bertambah banyak di bumi.”

Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera, dan Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan. Ia mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan sebagai ucapan syukur. Tuhan mencium bau persembahan yang harum itu dan berjanji tidak akan lagi mengutuk bumi karena manusia.

Tuhan juga membuat perjanjian dengan Nuh dan keturunannya, bahwa Ia tidak akan lagi memusnahkan semua makhluk hidup dengan air bah. Sebagai tanda perjanjian itu, Tuhan menempatkan pelangi di awan. Setiap kali pelangi muncul di awan, Tuhan akan mengingat perjanjian-Nya.

Yusuf: Dari Anak Laki-Laki Menjadi Penguasa (Kejadian 37-50)

Kisah Yusuf mengajarkan tentang pengampunan, kesetiaan, dan rencana Tuhan yang lebih besar. Tekankan bagaimana Tuhan dapat menggunakan situasi sulit untuk kebaikan.

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub. Saudara-saudaranya iri hati kepadanya karena ayahnya lebih menyayanginya dan karena mimpi-mimpinya yang menunjukkan bahwa mereka akan sujud kepadanya. Suatu hari, ketika saudara-saudaranya sedang menggembalakan kambing domba, mereka merencanakan untuk membunuh Yusuf. Namun, Ruben, saudara tertua, membujuk mereka untuk tidak membunuhnya tetapi membuangnya ke dalam sumur yang kering.

Kemudian, ketika ada kafilah pedagang lewat, saudara-saudara Yusuf menjualnya sebagai budak kepada mereka. Mereka mencelupkan jubah Yusuf ke dalam darah kambing dan membawanya kepada ayah mereka, Yakub, dan mengatakan bahwa Yusuf telah dianiaya oleh binatang buas. Yakub sangat sedih atas kematian Yusuf.

Yusuf dibawa ke Mesir dan dijual kepada Potifar, pegawai istana Firaun. Yusuf bekerja dengan setia untuk Potifar, dan Potifar mempercayakan seluruh rumah tangganya kepadanya. Namun istri Potifar menuduh Yusuf melakukan tindakan tidak senonoh terhadapnya, dan Yusuf dijebloskan ke penjara.

Di penjara, Yusuf bertemu dengan juru minuman dan juru roti Firaun. Yusuf menafsirkan mimpi mereka dengan benar. Juru minuman dikembalikan ke jabatannya, tetapi juru roti dihukum gantung. Yusuf meminta juru minuman untuk mengingatnya dan memberitahukan kepada Firaun tentang dirinya, tetapi juru minuman melupakannya.

Dua tahun kemudian, Firaun bermimpi dua mimpi yang membingungkan. Juru minuman teringat akan Yusuf dan memberitahukan kepada Firaun tentang kemampuannya menafsirkan mimpi. Yusuf dipanggil menghadap Firaun dan menafsirkan mimpinya. Yusuf mengatakan bahwa akan ada tujuh tahun kelimpahan diikuti oleh tujuh tahun kelaparan yang hebat. Yusuf menyarankan